Wednesday, 6 March 2013

Efek kupu-kupu (Butterfly Effect)



Satu kepakan kupu-kupu di hutan borneo secara teori dapat mengakibatkan angin topan beberapa bulan kemudian di kalimantan tengah! Teori ini kalau orang tidak memahami tujuannya ketika pertama kali mendengar teori tsb pasti mereka menganggap teori ini lebay
Sebenarnya ini tidak berlebihan klo kita memahami pemahaman dasar tentang butterfly effect! Karna teori ini membahas tentang kejadian awal dari sebuah peristiwa yg terjadi dimasa yg akan datang! 
Mungkin banyak yg masih bingung yah? Oke gini biar saya kasih contoh deh dalam kehidupan sehari2 agar agan2 semua bisa memahaminya.
Bapak saya seorang kondektur bus dan ibu saya seorang perawat di rumah sakit. Dulu ibu saya waktu sekolah dari kampung kekota selalu menggunakan angkutan umum mini bus dimana kondekturnya adalah bapak saya. Karna seringnya mereka bertemu didalam bus, akhirnya bapak saya kecantol sama ibu saya hingga berujung kepernikahan, dan lahirlah saya!
  • Jika kakek saya (ortu bapak saya) tidak buru2 dipanggil Tuhan yg maha esa, mungkin bapak saya sudah mempunyai pendidikan tinggi dan tidak bekerja sebagai kondekur. Dengan demikian, bapak saya tidak akan bertemu dengan ibu saya dan otomatis saya juga tidak akan lahir kedunia ini.
  • Atau jika ibu saya pergi ke kota dengan menggunakan kendaraan pribadi, belum tentu bisa bertemu dengan bapak saya dan otomatis juga saya tidak akan lahir kemuka bumi ini. 
Nah kejadian model-model seperti ini adalah bagian dari "Butterflyeffect", dimana perubahan kecil dari sebuah kejadian awal dapat berakibat besar di kemudian hari. Teori ini sama seperti teori "chaos" dalam ilmu fisika, yaitu : sifat sensitifitas kepada kondisi awal.

"Teori Chaos" adalah teori yang berkenaan dengan sistem yang tidak teratur seperti awan, pohon, garis pantai, ombak dll : random, tidak teratur dan anarkis. Namun bila dilakukan pembagian (fraksi) atas bagian-bagian yang kecil, maka sistem yang besar yang tidak teratur ini didapati sebagai pengulangan dari bagian-bagian yang teratur. Secara statistik: chaos adalah kelakuan stokastik dari sistem yang deterministik. Sistem yang deterministik (sederhana, satu solusi) bila ditumpuk-tumpuk akan menjadi sistem yang stokastik (rumit, solusi banyak).

Kepakan sayap kupu-kupu secara teori menyebabkan perubahan-perubahan sangat kecil dalam atmosfir bumi yang akhirnya mengubah jalur angin ribut (tornado) atau menunda, mempercepat bahkan mencegah terjadinya tornado di tempat lain. Kepakan sayap ini merujuk kepada perubahan kecil dari kondisi awal suatu sistem, yang mengakibatkan rantaian peristiwa menuju kepada perubahan skala besar. Jikalau kupu-kupu itu tidak mengepakkan sayapnya, trayektori (tahapan2) sistem tersebut akan berbeda jauh.

Perhatikan bahwa kupu-kupu tidak menyebabkan angin ribut atau tornado. Kepakan sayapnya adalah bagian dari kondisi awal; satu himpunan kondisi menghasilkan tornado, sedangkan himpunan kondisi lain tidak. Mungkin saja himpunan kondisi yang tidak melibatkan kepakan sayap kupu-kupu menjadi penyebab angin ribut (*bingung*).
Kalau dalam kondisi kehidupan kita sehari-hari, apapun yg kita perbuat, akan berakibat lain sama orang lain. Bukan cuma sama orang yg kita temui tapi sama apapun yg terhubung dengan kita ketika mulai melakukan perubahan itu. Ambil contoh kalau kita berandai2;

Ketika kita berencana hendak pergi ke mall untuk beli baju, maka akan terjadi serentetan kejadian dari sejak kita berangkat sampai menuju toko penjual baju. 
  • Berangkat dari rumah menggunakan kendaraan (motor) ===> ditengah jalan isi bensin ===> waktu jalan dikagetkan dengan anak kecil yg menyebrang jalan tiba2 ===> sempat berhenti sebentar karna kaget ====> kemudian ketemu lampu merah dan berhenti sejenak ====> setelah lampu hijau, maju lagi ====> kemudian setelah 20 menit sampai didepan mall ==> masuk ke area parkir ===> ambil tiket parkir yg dilayani cewek cantik ===> kemudian markirin motor ===> masuk mall ====> cari model baju yg di inginkan ==> ketemu teman di mall ==> diajak ngobrol di tempat minum kopi di mall ===> 30 menit kemudian selesai ngobrol dan berpisah ===> lanjut mencari baju ====> toko ketemu dan bajupun dibeli===> mau pulang ternyata hujan ===> istrahat sejenak nunggu hujan reda
Nah dari serentetan kejadian tersebut, kalau salah satu dirubah pasti akan berakibat lain pada akhirnya. Anggap kalau sebelum berangkat tidak mengisi bensin, kemudian anak kecil pasti gak ketemu ketika hendak menyebrang, kemudian di lampu merah tidak bertemu pas lampu merah tapi lampu hijau, dan kemudian sampai mall. Sampai di mall pas mau parkir tidak bertemu dengan penjaga loket tiket parkir yg cewek cantik tapi malah bertemu dengan cowok karna giliran sicewek jaga loket 3 menit lagi. Kemudian setelah masuk mall, langsung menuju toko baju dan beli baju terus pulang. 

Kalau demikian kejadiannya, pasti tidak bertemu teman dan tidak jadi minum kopi sehingga tidak sempat kehujanan. 
Begitulah yg dmaksud dengan efek kupu-kupu ataupun Butterfly effect. Perubahan suatu kejadian dapat berakibat besar dikemudian hari.
Jadi kesimpulan dalam "Butterfly effect" ini adalah, dimana perubahan kecil ataupun perubahan yg paling terkecil dari kejadian awal bisa mengakibatkan perubahan besar dikemudian hari karna kejadian komplex akibat perubahan tersebut!

No comments :

Post a Comment